Tips Mengelola Keuangan yang Baik

http://www.retirement-investment-planning.com/image-files/retirement-investment-planning-342x226.jpg


1. Perencanaan Budget

Jujur kita tidak terlalu suka memikirkan soal budget, kan? "Susah" atau "tidak pernah berhasil", itulah alasan yang kita lontarkan. Suka atau tidak, budget alias anggaran adalah alat penting untuk mengontrol keuangan. Sobat bisa melihat seberapa banyak uang yang Sobat punya, ke mana "perginya", dan seberapa besar yang tersisa.

Saran: Menurut financial planner dan direktur Women's Financial Network, Susan Jackson, agar kata budget terasa lebih positif ganti saja dengan money planning, spending plan atau cash control. Seperti yang ia tulis dalam bukunya Why Saving Is Like Dieting and Budgets Don't Work, kata budget memang mirip dengan kata diet. Nah, cobalah lebih realistis. Jangan lakukan perubahan total. Lakukan bertahap saja. Yang penting adalah disiplin mematuhi anggaran. ltu sebabnya, mungkin Sobat perlu selalu membawa notes atau catatan kecil berisi daftar belanjaan dalam tas. Jika ternyata pengeluaran Sobat masih melebihi budget, jangan menghukum diri terlalu keras. lngat, perubahan takkan terjadi hanya satu malam.
2. Memulai Dari Yang Kecil

Memang tak bisa disangkal, biaya hidup sekarang mahal. Namun, sebenarnya Sobat tetap punya kemampuan untuk menabung. Bayangkan saat ini Sobat harus menabung Rp200.000. Mungkin Sobat akan beralasan tak ada dana karena harus membayar ini-itu. Namun, ketika seorang teman lama menelepon dan mengajak Sobat bertemu di sebuah restoran, tiba-tiba saja Sobat memiliki uang Rp200.000 untuk pergi.

Saran: "Lebih baik Anda mulai menabung dengan sedikit uang ketimbang menunggu sampai uang terkumpul banyak tapi malah tak pernah memulainya (karena uang tidak kumpul-kumpul)," saran Susan. Hanya 10% dari penghasilan saja kok minimal yang harus Sobat tabung. Jika masih sulit juga, coba saja cara lama yaitu menggunakan celengan (tapi jangan celengan bergembok dan berkunci, ya ). Anda bisa menyelipkan Rp100.000 setiap gajian ke dalam celengan atau memasukkan koin Rp500 setiap hari hasil kembalian bus atau belanja di supermarket. Jangan lupa untuk selalu menaikkan uang tabungan Sobat.

3. Lupakan Kartu Kredit

Membayar tagihan lebih dari pembayaran minimum sebaiknya menjadi langkah awal untuk meninggalkan ketergantungan Sobat pada kartu kredit. Sobat pasti tahu pembayaran minimum tak akan menghapus utang di kartu kredit Sobat yang terus berbunga di atas bunga. Nah, di sinilah Sobat akan menyadari perlunya membuat budget. Sobat bisa melihat besar dana yang tersisa dan mungkin bisa menggunakannya untuk membayar utang. lni bisa mempercepat pelunasan utang tersebut.

Saran: Alternatif lain adalah memanfaatkan program transfer balance dari kartu kredit lain yang menawarkan bunga 0% untuk jangka waktu 6 bulan, misalnya. Namun, menurut Brouwer dari Outlook Financial Solutions, kunci utama terbebas dari utang adalah mengubah kebiasaan penggunaan kartu kredit. Sobat bisa mulai dengan meninggalkan kartu kredit di rumah atau tak menunda pembayaran tagihan. Mau sedikit ekstrim? Mintalah pengurangan limit kartu kredit, misalnya hanya dua kali lipat dari gaji Sobat. Dengan cara ini, Sobat akan menggunakan kartu kredit hanya untuk kebutuhan mendesak saja dan bukan untuk kebutuhan konsumtif. Saran saya sih mending ngak usah pake kartu kredit. :)

4. Belajar Investasi

Nah, setelah urusan utang beres, kini Sobat akan punya uang lebih untuk memulai investasi. Sebenarnya sih, dengan hanya Rp 100.000, Sobat sudah bisa berinvestasi. Mungkin yang menjadi pertanyaan berikutnya jenis investasi apa yang cocok buat Sobat?

Saran: Sobat bisa menilai diri Sobat lewat kuis yang termuat di buku-buku investasi atau meminta bantuan jasa financial planner, tipe investor yang manakah Sobat? Konservatif, moderat atau agresif? Memang Sobat akan dikenakan biaya saat berkonsultasi. Namun, jika mempertimbangkan situasinya, Sobat tetap mendapat keuntungan kok, yaitu saran dari profesional. :)

5. Jangan Lupa Proteksi

untuk tahap terakhir ini, Sobat pasti sudah berhasil memiliki sejumlah dana di tabungan dan investasi. Namun, semua itu tak ada artinya jika tiba-tiba Sobat divonis menderita penyakit berat. Uang tabungan dan investasi bisa habis untuk biaya pengobatan.

Saran: Penyakit yang kian banyak akibat gaya hidup kurang sehat, membuat kita mau tak mau harus memiliki asuransi kesehatan. So, dengan menyisihkan uang sedikit untuk proteksi, Sobat bisa mengambil manfaatnya di kemudian hari.


 Ingat ..!!! " Masa Depan dimulai Hari Ini "

http://appleseedstudenttours.files.wordpress.com/2011/06/fundraising1.jpg?w=500


Mungkin Sobat pikir, terlalu dini untuk memikirkan soal pensiun. Survei Newpoll pada tahun 2004 menemukan 56% pekerja terpaksa menunda rencana pensiun karena tak mempersiapkan dana hari tua. Nah, tak ada salahnya Sobat mulai berpikir soal rencana keuangan hari depan. Mungkin saja Sobat berniat pensiun dini dan tak ingin gaya hidup berkurang. Itulah pentingnya menyusun strategi keuangan sejak sekarang.

Semoga bermanfaat.


sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=12578422

0 comments:

Posting Komentar

ditunggu koment sobat...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost Review